Rinduku

Aku rindu kamu.. Tp kamu apa rindu aku?? Aku memikirkanmu, tp kamu apa mikirin aku??

Ingin aku memanggilmu, tapi aku tak punya hak. Ingin aku mengirim sebuah pesan singkat bertuliskan kalimat rindu, tapi aku tak bisa, tanganku terlalu kaku.

Rasa ini benar-benar mengganjal, tersimpan tak mampu keluar.
Mengendap…
Menyesakan…
Dan
Membunuhku…

Jika rindu ini terlarang, maka aku ingin Tuhan membukakan aku pintu untuk menyampaikan rasa rindu ini, hanya sekali, tak akan lagi… 😔

Cinta Pertama

My love…

Cinta pertama memang tak akan habis untuk dibahas, diceritakan. Sebab cinta pertama ada awal cerita tentang cinta..
Cinta pertamaku memang sudah pupus, tapi aku tak pernah membuang semua rasa dan kenangan, akan selalu melekat di hati ❤️

Cinta ini aku jaga selama 16 tahun. Berganti kisah dengan yg lain, namun namanya tetap ada di sudut hatiku, tempat terindah yang tak akan sanggup untuk membuangnya.

Tersimpan erat, rapi, dan berharap tak akan ada orang yang mengganggu, mengacak-acaknya dan berusaha membuang kenanganku dengannya.

Dia akan selalu menjadi mantan terindah, meski terkadang ada sakit yg sangat nyeri di dada. Sakit penyesalan yang tak bisa aku balas, dan tak akan bisa aku memperbaikinya 😔

Sakit, nyeri, tak bisa aku ungkapkan lagi. Mencintai orang yg bukan miliknya. Menahan rasa belasan tahun, tanpa mau menyerah karena keadaan, mencintai seseorang yg sudah dimiliki orang lain. Membagi cinta antara dia dan dia.

Entah apa yang harus aku lakukan, semua sudah aku tulis dan tak akan bisa aku hapus lagi. Hanya bisa menulis kelanjutan cerita….

Berlanjut atau aku sudahi…..

Kembali Mengenang Desember

Satu hal yg aku sesali dalam hidupku adalah membiarkanmu pergi. Sesal yang tak bisa aku bayar dengan apapun bahkan duniaku sekalipun.

Hanya mampu membayarnya dengan pedih dan perih di dalam hati.
Bodoh… Itulah aku, tak mampu menyampaikan karena aku tak sanggup.

Lebih 10 tahun, menyimpan semua kenangan ini dengan sangat rapi. Sewindu aku menantimu, sewindu lebih tak ada kepastian. Sewindu lebih hanya bisa mengenangmu. Menata kembali semua kepingan-kepingan, dan menyimpannya pada sudut hati yang terindah. 😔 hanya itu yang bisa aku lakukan, nothing to do…

Aku ingin kembali pada Desember..
Mengenang semua kenangan kita, dan memperbaiki semua yg sudah aku hancurkan. Hanya kata maaf yang bisa aku ungkapkan saat ini.

Maaf…
Maaf…

Andaikan Desember itu aku bisa menjaga hatimu, andaikan Desember itu aku menggenggam erat tanganmu, apakah saat ini aku masih menggenggam tanganmu?

Aku ingin mengenang Bulan Desember, menoleh dan meluruskan semua..
Bahkan saat terakhir aku tak bisa meminta maaf
Aku menyakitimu.. Dan aku menyadari hal ini telah menyakitiku lebih dalam.

Mencintai seseorang yang bukan milikku lagi. Mencintai suami wanita lain, menggenggam tangan suami wanita lain, mencium bibir suami wanita lain, dan memeluk tubuh suami wanita lain.. 😔 😭

Tapi tanpa aku sadari aku tak mampu kehilangan dia. Hatiku terus mencarinya.. Dari bulan Januari hingga Desember.

Desemberku yang sudah sunyi, desemberku yang sudah menepi,
Hanya bisa membuka kenangan bersama yg sudah dilalui
Aku hanya ingin mengenang Desemberku bersamanya meski hanya harapan dan mimpi

Apapun yg terjadi kamu adalah cintaku, dan mimpiku… Meski kita tak saling memiliki…

❤️❤️❤️

*****

I want to tell his name, just once to tell him that “I am Sorry that I hurt you. actually I never leave you, I never let you, since end of 2000. You were still mine. But you ignore all of mine..”

Just felt happiness when you said we still love each other. I don’t know it is true or just a beautiful word to make me happy..

You are my first love, you are my true love. But we never ever back together…

***

Terinspirasi dari kisah seorang wanita simpanan… Ibunya Kim Tan, Hyu Sin..

Kamu, Aku dan Cinta Kita

Sadar atau tidak, kamu tetap akan tinggal dihatiku
Sadar atau tidak, kamu selalu membayangiku
Dan sadar atau tidak, kamu selalu hadir di mimpi indahku
Saat tanganmu menggenggam tanganku, aku merasakan ada rasa ingin melindungiku
Saat bibir manismu menciumku, aku merasakan masih ada sisa cinta yang kamu simpan untukku
Saat mata indahmu menatapku, aku melihat ada cinta yang masih melekat di dalam hatimu.
Biarkan cinta ini tetap begini,
Merayuku
Biarkan namamu terukir di hatiku
Membuat hatiku berdetak
Memikirkanmu
Dan
Merindukanmu….

Jarak

Aku benci jarak.
Jarak yang mmbuatmu harus jauh dariku
Jarak yang membuatku pedih menahan rindu
Jarak yang membuatku menunda untuk selalu mendekap erat tubuhmu

Terbentang berkilo-kilo meter dan aku tak mampu mencapainya
Membuatku semakin hilang akal, aku depresi, jarak ini membuatku semakin gila

Sampai kapan jarak ini menjadi musuh bagi kita?
Selalu menghampiri dan bersahabat
Menyapa ramah tapi membuatku pedih
Ah, kenapa kau saja yang pergi wahai jarak?
Sekarang aku ingin dia kembali padaku. Aku ingin memeluknya
Aku sangat merindukannya…

Repost: Kembali Mengenang Desember

Di koridor ini pertama kali kita bertemu
Kau tersenyum padaku, sperti memberiku seberkas harapan baru
Akhir September kau membangunkanku dari mimpi burukku
Menyadarkanku….
Membawaku pada duniamu
Dunia di mana belum pernah aku temui.
Dunia itu disebut cinta

Namun, semua berawal dari aku
Meninggalkanmu sendiri
Membiarkanmu sakit dan membuat hatimu pecah berkeping-keping
Rasa sesal aku pikul seumur hidup
Aku bawa menjalani hari-hariku bersama penyesalan

Malam bulan Desember

Ingin ku ulang semua kenangan,
Masih jelas terasa dekapan di akhir November
Semua kenangan itu telah tersapu oleh waktu, tiada sisa yang tersimpan
Berharap aku sadar apa yang telah aku perbuat saat aku menjadi milikmu
Telah kaubberikan seluruh cintamu, namun aku meninggalkanmu

Hanya kata “MAAF” yang ingin aku katakan
Aku ingin mengatakannya
MAAF.. MAAF..
Sepenggal dosa besar yang aku toreh, dan aku telah melukaimu
Ku kenang kembali bulan Desember, berharap semua kembali
Namun kau telah mendapatkan Desember yang lain

Puisi lama, repost, 12 desember 2013

Marah

Salahku apa, hingga kau mengucapkan kata-kata itu padaku?

Salahku apa, hingga kau berani menunjukku dengan muka masammu?

Salahku apa, hingga kau menyakitiku seperti ini?

Ulu hatiku sakit, pedih, perih dan kelu
Ku rasakan hingga pedih membisu
Tanpa bisa berkata, tanpa bisa berbuat
Hanya mengendurkan semangat

Katakan saja jika kau membenciku
Katakan saja jika kau sudah tak peduli
Lelah aku bersedih, lelah ku memangkul bebanku
Aku ingin berlari keluar dari derita dan menjauh pergi